Saturday, October 4, 2014

Bos RM Putri Kendedes Arogan, Aniaya Pegawai Saat Minta Gaji


Mojokerto,www.jejakkasus.info- Rumah Makan “ Putri Ken Dedes “ adalah salah satu Rumah Makan Ternama siap saji di daerah Sooko Kabupaten Mojokerto, tepatnya di Jl. R.A Basuni No. 70 Sooko, Mojokerto.
Adalah M. Rowiyanto seorang pramusaji di rumah makan “Putri Ken Dedes “ tersebut bermaksud meminta gaji karena sudah bekerja 40 hari dan meminta ijin pulang ke Malang untuk menjenguk adiknya yang lagi sakit, tetapi bukannya mendapatkan haknya yaitu gaji yang hanya Rp.600.000,- per bulan malah mendapatkan kemarahan dari AGUS Bos pemilik Rumah Makan Putri Ken Dedes dan Susi istrinya, yang berujung pada tindakan arogansi dari Agus yaitu bogem mentahnya melayang ke pelipis mata sebelah kanan dari M. Rowiyanto.
Sungguh sial nasib Anto (panggilan akrabnya M.Rowiyanto) laki-laki usia 20 tahun yang hanya lulusan SD (Sekolah Dasar) ini bermaksud hendak merubah nasib dan bisa membantu kebutuhan keluarganya yang di Malang dengan bekerja di rumah makan, mana uang tidak didapat malah wajah babak belur yang dia peroleh dari sang majikan, dan ancaman “Di Door” (ditembak) yang terlontar dari mulut Agus, (kilas Anto sambil menirukan gaya agus).

Untuk ukuran pengusaha kuliner, Agus selaku Bos di RM Putri Ken Dedes itu berujar “ada apa lagi kamu membawa banyak orang, kamu yang biasa profokatori anak-anak baru disini supaya tidak kerasan, dan kerjamu disini hanyalah duduk-duduk saja, kamu disini tidak pernah aku anggap sebagai karyawan, aku nampung kamu disini itu karena kasihan saja seperti aku kasih uang receh atau sisa makanan kepada pengemis, dan aku tidak peduli kamu kesini mau bawa wartawan atau Polisi sekalipun, aku ndak takut, karena disini urusanku cuman sama kamu…” (penggalan kata yang dilontarkan oleh Agus dan istrinya, red)
Lebih lanjut Agus pemilik RM Putri Kendedes juga mengakui kepada awak media yang hadir disitu juga beberapa pengunjung di RM Ken Dedes tersebut bahwasannya dia telah menganiaya Anto, namun menurut Agus hanya menyentuh sedikit kepala Anto, dengan tujuan memberi peringatan saja supaya Anto lebih rajin lagi dalam bekerja. Tapi hal ini dibantah dengan pengakuan Anto sebab Anto merasa di pukul keras oleh Agus dengan tangan kirinya yang pada waktu mukul tangan Agus memakai cincin yang bermata batu tebal (akik ) dan kejadian itu juga disaksikan oleh beberapa teman kerjanya (21/9, pkl. 18.00 ).
Keterangan ini ternyata juga dibenarkan oleh PT (red,bukan nama sebenarnya), PT yang dulu juga pernah bekerja selama 3 bulan di akhir desember 2013 juga merasakan perlakuan yang kurang manusiawi dari Agus sang pemilik RM. Putri Ken Dedes, “memang mereka berdua (Agus/Susi, red) adalah pasangan yang selalu Arogan dalam perlakukan karyawannya, seperti budak mas, main perintah seenaknya, makan juga dibatasin dengan ketat, itupun siang hari, yang paling sering kalau sudah lewat jam 12:00 wib, kalo sebelum itu bisa dipastikan mereka akan marah – marah, padahal jam kerja di mulai dari pagi sektar jam 05:00 wib dan selesai sekitar jam 22:00 wib setiap harinya, kecuali pas malam minggu, karena setiap seminggu sekali mereka mengadakan acara seperti arisan”.
Saat tim Jejak Kasus dari media Radar Bangsa klarifikasi ke RM Putri Ken Dedes (21/09) dengan mengikut sertakan Anto karena tidak berani mengambil perbekalan, dan tim bertemu dengan Agus dan istrinya dengan raut wajahnya yang terkesan tidak bersahabat itu.
Hal ini sangat-sangat dibenarkan oleh AL (red; bukan nama sebenarnya) salah satu mantan karyawan yang lain, yang bekerja di RM Ken Dedes di pertengahan tahun 2013, bahkan menambahkan komentar, “iya mas, bahkan kalau pas ada acara atau bokingan tempat gitu, mereka terlihat semakin membusungkan dada, seolah dialah Bos rumah makan yang paling kaya dan ternama di wilayah Sooko ini. Apalagi dengan kendaraan yang miliknya yang selalu dibanggakan itu (sebuah Fortuner dengan Nopol W 899 S), seolah hanya dial ah yang mampu membeli, sedangkan orang lain tidak mampu apalagi pemilik rumah makan saingannya, yang tidak jauh dari rumah makan miliknya”, tutur AL.
Dan dari keterangan saksi yang terakhir ditemui tim Jejak Kasus, VN (16 tahun)
dia satu-satunya karyawan paling muda dari yang lain, menambahkan komentar yang sebelumnya, “betul banget pak, Bosnya disini galak banget bahkan dengan gampangnya menghina para karyawannya yang di mata dia orang miskin yang tiada berharga, dan yang paling menjengkelkan waktu gajian selalu dipersulit padahal pada waktu itu gaji saya sebulan hanya Rp.400.000,- belum lagi untuk bikin karyawan tidak kerasan dipindah-pindah kerja dari RM Ken Dedes Mojokerto ke RM Sop Ayam yang terletak di Singosari, Malang. Tapi gaji juga tetap minim, tidak sebanding dengan jam dan cara kerja yang diberlakukan“ papar VN dengan nada tinggi yang sekarang bekerja di kantor media yang sangat terkenal di Indonesia itu mengakhiri liputan tim Jejak Kasus.
Dengan kejadian itu karena tidak adanya niat kekeluargaan dari sang pemilik RM. Putri Ken Dedes (Agus, red) malam itu juga (21/9, pkl. 23.30) tim media dan LSM mengawal Anto untuk melaporkan tindak pidana penganiayaan ini ke Polres Kota Mojokerto nomor STTLP / 316 /IX/2014/Polres Mjk Kota. (Sam,Can,Dan/AL)

0 comments: