Indonesia,
www.jejakkasus.info – Analisa,atau pandangan Supriyanto ( Pria Sakti ) Pimpinan
Pusat NGO-HDIS, penyimpangan hokum di dunia Pendidikan khususnya di Jawa timur,
Indonesia Umumnya, kian membesar dan makin cantik sistemnya. Program Bantuan
Operasional Sekolah (“BOS”) yang dimulai sejak bulan Juli 2005 telah
berperan secara signifikan dalam percepatan pencapaian program wajar 9 tahun.
Oleh karena itu, mulai tahun 2009 pemerintah telah melakukan perubahan tujuan,
pendekatan dan orientasi program BOS, dari perluasan akses menuju peningkatan
kualitas. BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan
pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai
pelaksana program wajib belajar.
NGO
HDIS dan Jejak Kasus semakin meningkatkan pengawasan terhadap lembaga lembaga
pendidikan, bertujuan untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa yakni anak
didik Indonesia, dan mengenai penggunaan dana BOS, kita mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
76 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 101 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dan Pertanggungjawaban
Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah Tahun Anggaran 2014 (“Permendikbud 76/2014”).
Dalam
Lampiran I huruf C Permendikbud 76/2014, secara khusus program
BOS bertujuan untuk:
1. Membebaskan
pungutan bagi seluruh peserta didik SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SD-SMP
SATAP/SMPT negeri terhadap biaya operasi sekolah;
2. Membebaskan
pungutan seluruh peserta didik miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk
apapun, baik di sekolah negeri maupun swasta;
3. Meringankan
beban biaya operasi sekolah bagi peserta didik di sekolah swasta.
Ini
juga dipertegas dalam sasaran program BOS, yakni semua sekolah SD dan SMP,
termasuk SMP (SMPT) dan Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) yang
diselenggarakan oleh masyarakat, baik negeri maupun swasta di seluruh
provinsi di Indonesia. Program Kejar Paket A dan Paket B tidak termasuk sasaran
dari program BOS ini.
Jika
ada penyelewenangan dana BOS yang dilakukan oleh pihak dari sekolah swasta,
maka pihak yang bersangkutan juga dikenakan sanksi. Dan aturan petunjuk teknis
penggunaan dana BOS ini tidak hanya berlaku bagi sekolah negeri saja, tetapi
juga berlaku bagi sekolah swasta.
Mengenai
sanksi bagi sekolah/pejabat yang bersangkutan, dalam hal ini adalah kepala
sekolah serta komite sekolah, yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan apa
yang telah diperuntukkan bagi dana BOS tersebut, Pidana mengacu pada Lampiran
I Permendikbud 76/2014, dalam Bab VIII tentang Pengawasan, Pemeriksaan, dan
Sanksi, sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara
dan/atau sekolah dan/atau peserta didik akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat
yang berwenang. Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat
diberikan dalam berbagai bentuk, misalnya seperti berikut:
1. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan undang-undang
yang berlaku (pemberhentian, penurunan pangkat, mutasi kerja).
2. Penerapan
tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi, yaitu dana BOS yang terbukti
disalahgunakan agar dikembalikan kepada satuan pendidikan atau ke kas daerah
provinsi.
3. Penerapan
proses hukum, yaitu mulai proses penyelidikan, penyidikan dan proses peradilan
bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BOS.
4. Pemblokiran
dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari
APBN pada tahun berikutnya kepada provinsi/kabupaten/kota, bilamana terbukti
pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh
keuntungan pribadi, kelompok, atau golongan. Ujar Pimpinan Pusat NGO HDIS.
Keterangan Pidana di
Dispendik: Bagi pelaku tindak pidana pungli di Pendidikan, akan di jerat UU
Pidana karena di anggap melanggar Undang undang di bawa ini menjelaskan, bahwa
bagi pelaku di dispendik yang melakukan pungli, di anggap melanggar di bawah
ini.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2011 Tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan Pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Di lain pihak, kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan telah menyalahgunakan jabatannya melanggar KUHP Pasal 333 dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60 Tahun 2011 Tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan Pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Di lain pihak, kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan telah menyalahgunakan jabatannya melanggar KUHP Pasal 333 dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara.
Pidana bagi tindak Pidana Pelaku Korupsi: Undang-undang
Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 12
Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)
Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)
(Pria Sakti).