Friday, November 21, 2014

Kades Grebegan Diduga Korupsi ADD Bag 1

Bojonegoro, jejakkasus.com- Kepala Desa ( Kades ) Grebegan Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro Sudiono, diduga kuat telah melakukan tindakan semena–mena terhadap perangkat desa dan masyarakatnya. Bahkan kabarnya, Sudiono juga disinyalir telah melakukan korupsi Alokasi Dana Desa ( ADD ) Grebegan sebesar kurang lebih 50 % dari besaran nominal Rp. 218.000.000 yang sudah direalisikan enam ( 6 ) bulan yang lalu. Selain itu, ternyata Sudiono ‘memakai’ uang pajak tanah yang ditarik oleh perangkatnya dari masyarakat setempat kurang lebih sebesar Rp. 20.000.000, sampai sekarang belum dikembalikan oleh Sudiono kepada pihak terkait.
“ Terus terang, kalau soal sikap dan tingkah lakunya kades saya yang baru ini, dengan kades saya yang lama dulu, ya masih baik kades saya yang lama, karena ia ( Kades lama. Red ) ketika akan melaksanakan program ADD selalu bermusyawarah dengan perangkat, tokoh – tokoh masayarakat desa sini, sehingga ada transparansi untuk melaksanakan program ADD maupun lainnya. Dan tentunya Kades saya yang lama dulu tidak pernah membawa uangnya ADD, selalu dibawa oleh bendahara desa, kemudian diserahkan kepada orang yang berkompenten mengerjakan program tersebut. Tapi kalau  Kades saya yang sekarang ini ( Sudiono. Red ), sepertinya sudah sangat tidak transparan lagi kepada perangkatnya dan masyarakatnya didesa sini ( Grebegan. Red ).” Keterangan sumber saat ditemui dirumahnya.
Masih menurut keterangan sumber, “ selain itu, ia ( Sudiono. Red ), disinyalir juga semena–mena terhadap perangkat desa sini. Hal itu terbukti dengan adanya Kades Grebegan, Sudiono meminta uangnya ADD semuanya dari bendahara desa dengan paksa, padahal uang ADD itu, baru diambil di Bank Jatim belum ada satu menit. Dan kabarnya, uangnya ADD Grebegan sini ditilep ( dikorupsi. Red ) Sudiono sebesar ± 50% dari jumlah Rp. 218.000.000 untuk kepentingan pribadi.” tegas sumber.
Masih menurut keterangan sumber, “ untuk itu, dengan adanya dugaan kades Grebegan yang meminta uang ADD kepada bendaranya dengan paksa untuk dikorupsi itu, maka saya selaku Warga Desa Grebegan, memohon kepada pemerintah dan instansi terkait untuk segera memeriksa penyimpangan dana program ADD yang terindakasi dikorupsi oleh Kades Grebegan sekarang ini.” Pintanya sumber.
Ditempat terpisah, Sekretaris Desa ( Sekdes ) bersama perangkat desa Grebegan ketika dimintai keterangan tim jejak kasus, membenarkan, “ kalau dana program ADD semuanya dibawa oleh kades Grebegan ( Sudiono. Red ), dan sekarang ini dana program ADD yang dipakai untuk pemberdayaan sebesar 30% sudah direalisasikan oleh Pak Kades sini. Tapi sepertinya, sisanya dana program ADD itu, sebagian sudah dibuat untuk tambal sulam pavingnisasi. lainnya, saya tidak tahu, karena selama ini, Kades Grebegan kurang transparan lagi sama saya maupun perangkat desa sini. Bahkan selama dana program ADD direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Pak Kades saya itu, tidak pernah melibatkan saya dengan Perangkatnya untuk dijadikan sebagai Tim Pelaksana Bidang Pemerintahan disini. Jadi, disini itu, semuanya pak kades yang menguasai dana program ADD itu, sehingga uang ADD baru cair dari Bank, sudah diminta oleh pak kades. Itupun terbukti; ketika Bendahara Desa Grebegan mengambil cairan uang program ADD di Bank Jatim, langsung uang itu, diminta oleh pak kades padahal uang itu kurang lebih baru dua ( 2 ) menit diambil oleh bendahara desa sini. ” Ungkapnya Sekdes dan Perangkat desa Grebegan.
Sementara di dalam pengamatan Komunitas Rakyat Anti Korupsi ( KORAK ) Samsul, menegaskan, “ jika ada kades yang melakukan dugaan korupsi dana program ADD dimana saja, maka segera laporkan saja ke pemerintah setempat atau ke instansi terkait, agar segera diperiksa dan diberi sanksi. Jadi, bila mana kades Grebegan, Kecamatan Tali Tilu Kabupaten Bojonegoro “Sudiono”, ada dugaan kuat telah melakukan korupsi dana program ADD, maka Sudiono harus segera dilaporkan kepada Pemerintah maupun instansi terkait, karena Sudiono diduga telah melanggar Peraturan Bupati Bojonegoro, Nomor 19 Tahun 2012, Tentang Pedoman Umum dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan ADD Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro, Bab XII Bagian kedua, Pasal 19 Ayat 1 berbunyi “Bagi desa yang dinilai melanggar ketentuan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan, dikenakan sanksi berupa pertimbangan untuk ditangguhkan pencairan ADD tahap berikutnya.” Tegasnya Samsul.
Sampai informasi ini diberitakan, Kades Grebegan, Sudiono belum dapat dikonfirmasi, diduga Sudiono main petak umpet ketika akan ditemui oleh Jejak Kasus. ( Twi – Tim Sus )

Video IIAN ADITYA NTD tentang foto fotonya yang di manfaatkan pelaku polgad

Nusa Tenggara Timur NTT, jejakkasus.com- Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terletak di selatan katulistiwa' di sinilah Bribtu IAN Aditya melaksanakan kdinasannya sebagai Polisi, IAN Adtya mengatakan yang selama ini memintak uang kepada wanita TKW, janda janda kesepian, wanita yang berhayal memiliki suami aparat, bukan Ian Adtya NTD pelakunya, namun Ian mengatakan fotonya banyak yang menyebar dan di manfaatkan oleh pelaku yang mengaku Polisi melalui dunia maya facebook, tango, line, Viber dll. mengajak pacaran, berjanji menikahi, meminta uang untuk biaya mutasi dan lain sebgainya.

selain itu ian berharap kepada teman teman khususnya di dunia maya, supaya berhati hati terhadap akun yang palsu.
KAWAN, INI AKUN ASLI SAYA,,, tutur Ian Aditya asli
https://www.facebook.com/ianadityantd?fref=ts
https://www.facebook.com/profile.php?id=100007023106767&fref=ts

Adapun bentuk permintaan maaf bribtu Ian Aditya melalui Video recordnya, 1 pengakuan Bribtu IAN Aditya kepada publik, merangkan bahwa IAN Adiya merasa nama baiknya di coreng oleh pelaku Polgad, yang mengatasnamakan IAN, baca https://www.facebook.com/video.php?v=617307955057986&set=vb.314492838672834&type=3&video_source=pages_video_set.

 Pegakuan ke dua Ian Aditya NTD:  https://www.facebook.com/video.php?v=617307955057986
Akun facebook briptu Ian Aditya NTD asli: https://www.facebook.com/pages/Aditya-The-Police/314492838672834.
demikian penjelasan singkat Ian Aditya NTD melalui Jejak Kasus, harapannya Ian jangan sampai ada korban lagi berjatuhan setelah ribuan korban wanita dunmay di mangsa pelaku yang mengatasnamakan dirinya, selain Ian ingin bahagia bersama keluarga, Ian pun tidak ingin nama jajaran kepolisian tercorang. (Jejak Kasus).

Pengakuan Wanita TKW Saudi Asal NTB Tertipu Polgad' Miris tertipu yang mengaku Kapolsek Serang Banten

Saudi, jejakkasus.com- Baru"ini seorang TKW Saudi asal NTB kena tipu Polgad yang memakai photo Rendika P. Mereka, kemudian mereka berpacaran lewat dumay maya akun facebook, kurang lebih 9 bulan, kemudian dengan berbagai macam alasan yang meyakinkan, Polgad meminta uang kepada korban TKW saudi Arabia jumlah total Rp 36.500.000. dan beberapa kali pengiriman.

Pengiriman pertama di kirim atas nama Rizal, nomoro KTP. 5272050510760001, beralamatkan di Sambinae, kota Bima NTB. No. NRP 88155800. Setelah merasa tertipu, korban menceritakan masalah ini ke Jejak Kasus dan di teruskan ke Team Pejuang Terakhir untuk melacak pelaku. satu sisi lain korban berkenalan di dunia maya melaui Tango, dan mengaku sebagai Kapolsek Serang Banten. setelah korban mengadukan atau sereng kepada Kapolsek, ada kesanggupan dan berjanji akan menangkap pelaku dengan imbalan kapolsek mintak di transfer uang untuk biaya penangkapan terhadap pelaku ke a/n. NURSALIM, BRI Cabang Serang Banten. dengan No. Rek. 008401052003505.
Kemudia No. Telp. 082353686860. Dan di waktu bersamaan muncul di Tango juga orang yg mengaku sebagai penyidik. Dengan menggunakan no telp. 081337844449 dan 0812398968000, 082340501555, 082340700206. Dia juga berjanji akan membantu kasus korban. Atas kerja sama Team yang baik dengan korban, melalui via viber, Tango, rekaman suara, dan video call, kami bisa membuktikan bahwa pelaku penipu, kapolsek dan penyidik adalah orang yang sama.
Pejuang Terakhir Jejak Kasus tetap ungkap Modus Polgad. (jejakkasus.com)

Pantai Mustika Sebuah Pesona Baru dari Pesanggaran Menuju Wisata Internasional



Banyuwangi, jejakkasus.com- Dusun Pancer Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran terletak merupakan Pantai Mustika Sebuah Pesona Baru dari Pesanggaran dan Pantai Mustika terletak di Dusun Pancer Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran mungkin masih terasa asing bagi kita, akan tetapi ternyata Pantai tersebut memiliki pesona dan keindahan tersendiri yang tidak kalah dengan Pantai Pulau Merah. Pantai Mustika terletak di antara Pantai Pulau Merah dan Pantai Pancer. Pantai Mustika mulai ramai dikunjungi oleh warga masyarakat baik dari Wilayah Kecamatan Pesanggaran maupun dari luar Wilayah Kecamatan Pesanggaran. Potensi alam yang cukup indah tersebut sudah selayaknya untuk dikelola secara profesional dengan harapan dapat berkembang secara maksimal, sebagai salah satu destinasi wisata alternatif selain Pantai Pulau Merah, Pantai Teluk Hijau maupun Pantai Sukamade. Pantai yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga tersebut memiliki keunikan tersendiri dan dapat melihat secara langsung panorama alam Pulau Mustika, yang berada di tengah laut, ombaknya pun cukup aman untuk anak - anak yang ingin bermain di tepi pantai.
Selaain pemandangannya sangat alami, indah dengan semilirnya ombak di tepi lautan, masyarakat Pesanggrahan dengan menggandeng media jejak kasus, segala harapan/ ide-ide bagusnya Al hamdulillah tersalurkan dengan dinas terkait termasuk ngakses ke banyuwangi satu Bupati
yang beberapa bulan lalu sempat fakum karna insident terbakarnya balai pertemuan yang di lakukan oleh oknum yang kurang senang dengan kemajuan pantai Mustika yang terletak di Dusun pancer tepatnya di desa Sumberagung kecamatan Pesanggaran kab Banyuwangi.
Kini pantai Mustika akan Segera di segarkarkan kembali oleh tangan tangan trampil yang peduli dengan ke elokan pantai Mustika dan perkembangan Masyarakat wilayah Dusun Pancer Kabupaten Banyuwangi, demi meneruskan perjuangan Ide atau gagasan yang selama ini di rintis oleh tokoh yang perlu kita dukung sebut saja NANANG beliau adalah perintis sekaligus penggerak para Pemuda peduli pantai KMP3 yang selama ini sempat fakum, Tahun 2011 NANANG di bantu oleh Gus memed jurnalis media Jejek Kasus Radar Bangsa yang sangat peduli dengan kemajuan wisata di kab Banyuwangi bersamah tokoh tokoh pemuda yang bergabung, bertujuan meningkatkan potensi pantai Mustika demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dusun Pancer kecamatan Pesanggaran melalui pariwisata, sayang niat mulia merekamalah timbul kontrofersi yang berahir dengan terbakarnya rumah/pos kelompok pantai tersebut, dan mengakibatkan fakumnya pantai wisata yang satu tahun Nanang dan kawan kawan merintis.
Setelah melalui pertimbangan dan pemikiran yang pantang menyerah demi kemajuan masyarakat dusun Pancer desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran, salah satu teman Jurnalis dan lembaga besar KPJ, Media Jejak kasus, Berniat mendukung dan memperbarui kerusakan kerusakan pantai yang telah di bakar dan menelan kerugian itu bersama sama demi mewujutkan kebersamaan dalam menciptakan kab Banyuwangi jadi tempat Pariwisata yang di kenal dunia.
Pimpinan KPJ laskar putih M YUNUS saat di temui Jurnalis Radar Bangsa yang dulu sempat bergabung dalam mempublikasikan dan juga sebagai Media yang pertama di rangkul oleh pengelola Pantai MUSTIKA PANCER Nanang, dan Pimpinan Pengamen Jalanan (KPJ ) menegaskan dan mengajak para kelompok Kmp3 Bangkit kembali untuk mewujutkan niat Mulia demi masyarakat Kec Pesanggaran kab Banyuwangi.
Semoga hal ini jadi perhatian kusus oleh pemkab Banyuwangi, Dinas pariwisata juga Bupati Banyuwangi,
agar selalu mendukung kegiatan masyarakat yang terbentuk dalam kelompok pemuda KMP3 kelompok pumuda peduli pantai dalam meningkatkan potensi demi memajukan wilayah pesisir pantai banyuwangi.
Sehingga Bupati tetap memberikan dukungan kepada bapak nanang, terkait kedatangannya beberapa bulan lalu sebelum insidend pembakaran beberapa bulan lalu dan berkata agar bapak Nanang (sugeng) selalu memberdayakan serta melakukan perawatan maksimal khususnya di tepian pantai MUSTIKA, dengan harapan kedepan Banyuwangi Selatan menjadi kota Pariwisata yang kaya akan potensi dan siap maju ke tingkat international.

Sementara itu Bupati Banyuwangi sebagai bapak orang banyak dengan tegas menanggapi dengan positif, serta mendukung penuh gagasan kedepan Nanang (Sugeng ), untuk membawa masyarakat pesisir pantai Mustika pancer lebih baik juga harus selalu mengadakan pendekatan pada muspika dan masyarakat sekitar agar slalu menjaga kebersamaan untuk mengelola pantai MUSTIKA demi masyarakat banyak dan anak cucu di kemudian hari di pantai Mustika Banyuwang. (Gus Memed).

Dumas Petani Untuk Dinas PU Pengairan Banyuwangi Terkait Pembangunan Saluran Irgasi



BANYUWANGI, jejakkasus.com- Pengaduan masuk, NaMA NAMA DAN ALAMAT DI BAWAH TERSEBUT MERUPAKAN KELUHAN ATAU PENYAMPAIAN MASYARAKAT PETANI BANYUWANGI KEPADA Dinas Pekerjaan Umum Pengairan BANYUWANGI, PENGADUAN VIA WEBSITE YANG BELUM DITANGGAPI, MELALUI CAMPUR TANGAN MEDIA JEJAK KASUS HEBAT, MASYARAKAT BERHARAP SEMUA HASRAT NYA DAPAT TANGGAPAN DARI DINAS TERKAIT. dengan harapan masyarakat petani dapat menjalankan aktifitas tanam padi menunai hasil tanam yang maksimal.
 


3750
12-11-2014 | Nama : Muhammad saifullah | Alamat : Banyuwangi
Mohon maaf dan tidak mengurangi rasa hormat, kepada kepala dinas PU PENGAIRAN kab BANYUWNGI. mengingat suasa di aset pemerintah yang di klola dinas Pu pengairan yang di senut tanah stren di bantaran sungai, kec Bangorejo di wilayah korek air BUDI, yang sudah di beri surat teguran atau larangan dari dinas Pu pengairan cabang,juga camat Bangorejo, akan tetapi si pemilik Bangunan juga sebagai Petugas kepolisian tetap melanjutkan kegiatannya, tanpa menghiraukan larangan tersebut. Hal ini yang mebuat masyarakat bertanya kenapa kok bisa tetap berjalan , apa karna itu seorang Polisi, ini opini masyarakat. Minta tolong dengan sangat untuk mempertegas kerapian dan sesuai dengan peraturan yang ada mohon Pimpinan Banyuwangi punya ketegasan dalam hal ini agar tidak timbul asomsi masyarakat yang berlebihan. Mohon jadi priksa.
3741
06-11-2014 | Nama : Masyarakat Bango | Alamat : Banyuwangi
Mohon kepada Bapak kepala Dinas Pu pengairan, agar memberi sangsi tegas kepada pendiri Bangunan di wilaya kerja korek air BUDI Bangorejo di karenakan bangunan tersebut pas berdiri di bawa plang larangan pendirian bangunan. hal ini agar tidak tidak minumbulkan cemburu sosial masyarakat dan timbul gejolak, di karnakan si pemilik bangunan seorang aparat polisi. sedangkan masyarakat banyak yang tidak berani mendirikan bangunan di tanah stren,yang jadi pertanyaan masrakat kenapa polis boleh mendirikan, mohon di jadikan periksa dan agar di hentikan sebelum masyarakat ikut mendirikan, mohon petunjuk.
3655
05-10-2014 | Nama : mustofa KBL | Alamat : sempu
Yth Bpk Bupati bwi yg kami banggakan knp kegiatan Exploitasi sumber sungai kali setail di desa jambewangi tetap di laksanakan instansi2 terkaitpun seoalah sudah membutakan mata dgn dalih program pemerintah sudah mengantongi izin resmi sbgamana diketahui bersama ribuan petani menggantungkan irigasi ladang dan persawahannya pada kali setail jd ribuan hektare tanah pertanian mrk skr di ujung tanduk kehancuran, ya dr DINAS PU PENGAIRAN meng klaim memang sudah melakukan pengkajian2 akan tetapi dlm melakukan pengkajian tsbt mrk salah sasaran diantaranya 1. pengkajian dilakukan pd musim hujan dmn debit air dimanapun pd musim itu jls melimpah coba jika pengkajian dilakukan pd saat ini yaitu musim kering yg debit air kali setail berkurang 70 persen ingat indonesia dlm 1 tahun mempunyai 2 musim jd tdk cukup pengkajian dilakukan sepihak hya 1 musim apalagi cuma 2 bulan . 2. instansi terkait tdk pernah mensosialisasikan program tsbt pd masyarakat desa pemangku hutan setempat khususnya masyarakat terdampak dan jgn2 AMDAL proyek tsbt juga di manipulasi, slanjutnya perhutani kph bwi barat brp banyak tanaman hutan yg sudah di rusak akibat pembangunan proyek tsbt akar2 pohon sepanjang galian pipa proyek terkoyak terpotong apkh itu tdk merusak alam juga tp kl ada warga masuk ke hutan hy untk mencari ranting pohon demi dapur sudah di kejar2 kaya maling. pemimpin itu katanya harus amanah tp realitanya NOL besar beberapa waktu yg lalu di kantor kec sempu terjadi dialog antara camat sempu Dinas PU Pengairan, Fihak Perusahaan Pengembang, Perhutani Kph Bwi Barat, LMDH, dgn perwakilan warga Yaitu Oragnisasi Pecinta Alam LUWAK, Kades Jambewangi, Bpd Jambewangi, HIPPA JAmbewangi dan kelompok tani setempat hasil dr demo warga jambewangi dlm rangka menolak exploitasi diatas disepakati bhwa proyek tsbt di hentikan smntra sambil menunggu pengkajian2 selanjutnya dan proyek exploitasi akan di alihkan di tempat lain sesuai kesepakatn akan ttpi dr instansi2 tsbt melanggar kesepakatan alias ingkar janji dgn tetap melanjutkan proyek tsbt ibarat guru kencing berdiri murid kencing berlari artinya kl para pemimpin sudah Khianat mka rakyat akan sekarat SUARA RAKYAT ADALAH SUARA TUHAN mahluk yg dilaknat tuhan adalah iblis jd di sini iblisnya adalah pemimpin yg berkhianat.. kami mohon hentikan atau alihkan exploitasi tsbt bpk bupati krn saat ini masyarakat pengguna kali setail dr hulu jambewangi sampai hilir muncar resah, kebijakan yg bijaksana dr bpk bupati anazlah yg kami nantikan saat ini juga
3524
26-08-2014 | Nama : Kabol Ali " LUWAK " | Alamat : sempu setail
Bapak Bupati Bwi Yang terhormat, aktifitas pembangunan proyek Exploitasi salah 1 Sumber air kali setail yg berada di kawasan Jambewangi untuk di alihkan ke wilyah glenmor kok tetap di biarkan pengerjaanya sudah berjalan 40 persen, SKPD ke dinas PU Pengairan dan Kec Sempu tdk direspon sampai detik ini...kapan di adakan dialog serta sosialisasi pd masyarakat pemangku hutan dan masyarakAT PETANI pengguna aliran kali setail,apkh menunggu gerakan seporadis masyarakat krn ribuan hektar lahan pertanianya terancam kekurangan air bulan ini dari pemkab tdk merespon dr muspika sempu tdk ditanggapi bahkan perhutani kph bwi barat melalui Asper dan LMDH jambewangi jg membiarkan berarti memang benar2 sengaja pemkab membiarkan masyarakat petani bertindak sendiri. demi proyek besar petani di korbankan
3497
17-08-2014 | Nama : Kabol " LUWAK " | Alamat : Sempu
Bapak Bupati Bwi yang kami hormati dan yang kami banggakan, knp salah satu sumber aliran kali setail yg ada di hilir Desa jambewangi tepatnya Hutan Pinus lereng raung selatan akan di alihkan ke glenmor proyek pengerjaanyapun sudah berjalan 20 persen,diketahui bersama bhw ribuan petani mulai dr hulu sampai hilir kali setail yaitu jembwngi sampai muncar irigasinya bergantung pd aliran kali stail, pd musim tertntu warga petani saling berebut dlm penggunaanya kadang sampai saling adu jotos nah di khawatirkan proyek misterius tsbt nantinya akn melahirkan konflik pd masyrkt petani krn ribuan H sawahnya akan kekurangan air dampak dr pengalihan salah satu sumber kali setail, dikonfrmasi mengenai kronologi proyek tsbt, LMDH jambewangi Lembaga Masyarakat Desa Hutan ujung tombak Perhutani KPH BWI Barat tidak tahu krn tdk pernah di beri tahu oleh kedinasan diatasnya Yaitu Asper dan ADM, mrk mengatakn ya tau tau sudah ada proyek jd apa daya, pdhl proyek tsbt berada dalam kawasanya,begitu jg dgn Kades Jambewangi dan Camat Sempu mengatakan bhwa tau tau proyek itu sudah ada pdhl itu hal yg tdk mungkin camat dan lurah serta LMDH tdk mengetahui bhkn ada kesan saling tuding yg secara tdk lngsg memberikan isyarat bhw instansi diatasnyalah yg bermain... Harapan kami kpd Bapak Bupati tolong sblm terjdi konflik krn sudah ada keresahan hentikan aktivitas proyek misterius tsbt sebelum ada sosialisasi pd masyrakat petani, adakan dialog dgn masyrakt desa pemangku hutan yaitu warga jambewangi khususnya para petani pengguna aliran kali setail hya dgn cara itulah akan lahir kebijakan yg bnr bnr bijaksana dan untuk instansi terkait jgn main kebijakan sepihak krn mentang2 pya wewenang sebab pasti masyrakat kecil lah yg paling berdampak dan selalu jd korban bukan yg duduk di belakang meja. Krn hanya dgn Komunikasi yg baik akan tercipta hubungan yg harmonis di segala bidang secara universal.
3467
05-08-2014 | Nama : Muhammad saifullah | Alamat : Banyuwangi
Mohon petunjuk dan agar di perhatikan. kepada dinas PU Pengairan Banyuwangi demi pemerataan pembangunan irigasi di saluran yang mengaliri baku sawah masyarakat petani, agar maksimal. saya sebagai lembaga swasta yang memantau kinerja pemerinta wilayah yang selalu peduli dan ingin masyarakat kita makmur dalam bidang sumberdaya air, demi membantu dalam pengembangan pertahanan pangan bagi masyarakat BANYUWANGI. Di sini saya sudah berterimakasih atas kinerja PU Pengairan kab BANYUWANGI yang sudah bekerja keras dalam menangani pembangunan saluran irigasi sungai. saya mewakili masyarakat desa Sumbersari dusun semalang kec srono meminta, agar Sluran yang di wilayah kami yang mengaliri kurang lebih 600 hektar sawah, di perbaiki. karna selama tiga puluh tahun belum tersentuh Bangunan proyek PU Pengairan. tepat lokasi di Barat SMPN NEGRI 2 SRONO. SEKIAN TRIMA KASI, HARAP MENJADI PROGRAM dalam pembangunan, tahun ini, mohon pada pak GUNTUR agar memerintahkan stafnya. trima kasih. masyarakat DUSUN SEMALANG DESA SUMBERSARI KEC SRONO. WILAYAH pu pengairan cabang Genteng.
3375
05-07-2014 | Nama : Muhammad saifullah | Alamat : Banyuwangi
Mohon petunjuk,adanya proyek penyangga jalan di desa Kandangan kec Pesanggaran,matrial Batu yang di suplai oleh kepala desa Kandangan,hasil dari pengambilan aset PU pengairan di wilayah pal enam sumberjambe tanpa kordinasi kades dengan dinas pu pengairan cabang Pesanggaran, walaupun pengairan sudah menegur kepala desa kandangan namun kepala desa mengabaikan teguran tersebut,apakah pengambilan Batu atau aset PU pengairan kapasitas besar tanpa ijin tidak menyalai pp tentang Sungai.yang milik Negara yang di klola pengairan pak. Mohon petunjuk dan di luruskan kepala desa Kandangan, trima kasih.
3358
27-06-2014 | Nama : SUPRIYONO | Alamat : Banyuwangi
Mohon dengan hormat Bapak Pimpinan biasa melihat meninjau lagi pembangunan irigasi sungai yang terletak di Pakis Kalirejo Kec.kabatBanyuwangi, Lokasi belakang rumah sakit Fatimah, dalam hal ini pembangunan tersebut baru dapat 6 bulan sudah roboh tebingnya di karenakan pembangunanya yang kurang memadai. pembangunan tersebut roboh 40 meter, Sehubungan dengan hal ini warga sudah melaporkan beberapa kali kepada pihak yang menangani tetapi belum ada tindakan dalam hal ini mohon Bapak biasa segera menindak lanjuti , sekian terima kasih.
3241
20-05-2014 | Nama : hariyaman | Alamat : Banyuwangi
maraknya bangunan liar di sepadan aliran sungai gang jaya,warga sekitar seenaknya mendirikan bangunan di atas aliran sungai gang jaya.mohon pihak dari satpol pp maupun dinas PU untuk membongkar bangunan liar yang ada di garisaliran sungai gang jaya.karena bangunan tersebut sangat kumuh kotor contoh rumah sdr Bapak Kempi.rumah jual kerudungbajudia seenaknya membangun tingkatloteng di atas bantaran sungai gang jaya.terima kasi saya ucapkan apa bila pihak terkait telah menindak lanjuti pengaduan saya ini.
3226
14-05-2014 | Nama : MILLO | Alamat : banyuwangi
Lapaoran ke 2 belum ada tanggapan dr pihak terkait pembangunan plensengaan Sungai sasak.perot memakan korban Bukan korban jiwa seorang anak SD jatuh dari sepada masuk kedalam sungai setinggi 5meter Sebelum ada korban yg lainnya tlng pihak PU terkait mohon sungai di perbaiki pdhl baru saja selesai pembanguan plensengannya Yg disayangkan tidak ada pembatas antara jalan dgn sungai
3188
04-05-2014 | Nama : millo | Alamat : banyuwangi
pembangunan plensengaan Sungai sasak perot memakan korban Bukan korban jiwa seorang anak SD jatuh dari sepada masuk kedalam sungai setinggi 5meter Sebelum ada korban yg lainnya tlng pihak PUD terkait mohon sungai di perbaiki pdhl baru saja selesai pembanguan plensengannya Yg disayangkan tidak ada pembatas antara jalan dgn sungai

(Gus Memed Jejak Kasus Banyuwangi).