Sunday, November 23, 2014

Kepala Sekolah SMKN 1 Singosari Melakukan Pungli

Malang, jejakkasus.com- Sejumlah wali murid SMKN 1 Singosari, Kabupaten Malang, kecewa. Para orang tua siswa menduga bahwa kepala sekolah (Kepsek) setempat telah melakukan pungutan liar (pungli), serta melakukan penyimpangan dana hasil tarikan pada 700 siswa di sekolah tersebut.
Ironisnya, uang dari hasil penarikan kepada masing-masing wali murid sebesar Rp 2,5 juta, tidak digunakan untuk menunjang pendidikan. Namun digunakan untuk membeli kendaraan roda empat yang diperuntukan bagi komite sekolah.
Kasus dugaan pungli di SMKN 1 Singosari itu berawal saat orang tua murid disekolah negeri itu, mengadukan adanya tarikan pada anaknya ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang. Ketua PWI Malang, Sugeng Irawan, Selasa (18/11/2014) sore menjelaskan, jika wali murid sempat mengadukan adanya tarikan. Wali murid tersebut juga sempat mengadu ke DPRD Kabupaten Malang.Namun, tidak ada tanggapan dari wakil rakyat di kabupaten Malang. “Memang benar. Kami menerima laporan dari wali murid SMKN 1 Singosari terkait pungutan tersebut,” tegas Sugeng.
Kata dia, uang tarikan dilakukan pihak Kepala Sekolah saat penerimaan siswa baru (PSB) tahun ajaran 2014/2015.”Siswa yang diterima sebanyak 700 orang siswa. Jika dihitung jumlah tarikannya pada wali murid mencapai Rp 1,75 miliar. Padahal uang tersebut, janji sekolah akan dipakai untuk menunjang pendidikan,” bebernya.
Akan tetapi, lanjut Sugeng, sesuai aduan wali murid justru sebagian uang tarikan dibelikan kendaraan roda empat jenis Toyota Inova yang harganya, berkisar Rp 300 juta.
Dengan pengaduan dari sejumlah wali murid ke kantor PWI, pihaknya dalam waktu dekat akan menyampaikan langsung pada Bupati Malang, serta mengumpulkan bukti-bukti terkait tarikan yang diduga berbau pungutan liar tersebut.”PWI siap menjembatani untuk melapor ke Bupati Malang dan mendampingi wali murid atas kasus dugaan pungli ini bisa ditindak lanjuti,” terang Sugeng.
Ia melanjutkan, pihaknya sempat meminta penjelasan dari Koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 1 Singosari, Agus Sudarto menerangkan, jika uang pungutan dari siswa PSB masing-masing Rp 2,5 juta, dibelikan mobil Inova untuk di berikan pada Komite Sekolah. Dan itu, sudah disampaikan pada Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Malang, Budi Ismoyo.
Namun, Budi yang mantan Kadis Pengairan justru membantahnya. Pada wartawan Budi akan memanggil Koordinator Bursa Kerja SMKN 1 Singosari untuk dimintai klarifikasi terkait hal itu.
Koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 1 Singosari Agus Sudarto, yang disampaikan wali murid SMKN 1 setempat, jika uang pungutan pada PSB sebesar Rp 2,5 juta dan pembelian mobil Toyota Innova yang diperuntukkan untuk komite sekolah sudah disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Malang.
“Saya baru mengetahui, jika pembelian mobil untuk komite sekolah itu hasil sumbangan dari wali murid. Saya akan segera panggil Kepala Sekolah SMKN 1 Singosari, agar dia memberikan klarifikasi yang berkaitan dengan penariakan uang saat PSB dan pembelian mobil komite sekolah,” ucap Budi.
Terpisah, menanggapi dugaan pungli di SMKN 1 Singosari, Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, menyebut jika benar ada pungli dan dibelikan mobil, sudah masuk gratifikasi yang melanggar aturan.
“Kami akan pulbaket setelah ini. Dari beberapa data-data yang kami pegang sejauh ini, akan kita telusuri kebenarannya,” pungkas Iptu Sutiyo, Kanit Tipikor Reskrim Polres Malang saat mendampingi Kepala Reserse Kriminal Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.

Di wilayah DKI Jakarta Ditlantas Polda Metro Jaya melaksanakan Operasi Zebra 2014

Jakarta, jejakkasus.com- Untuk menciptakan ketertiban berlalu lintas, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melaksanakan Operasi Kepolisian Zebra Jaya/cakra lilin 2014 mulai Rabu (26/11/2014) sampai dengan rabu (9/12/2014) mendatang.

Operasi akan mengedepankan penilangan terhadap setiap pelanggaran lalu lintas. Operasi Zebra ini selain bertujuan untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas juga untuk menekan angka kecelakaan.
Pengguna jalan yang melanggar peraturan dan berpotensi mengakibatkan terjadinya kecelakaan dan kepadatan lalu lintas akan ditindak.

Adapun sasaran dari operasi ini adalah melawan arah dan menaikan atau menurunkan penumpang yang tidak pada tempatnya.

Dengan dilaksanakannya Operasi Kepolisian ini, kepada seluruh pengguna jalan agar melengkapi semua surat-surat kendaraan seperti Surat Ijin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan tanda pengenal lainnya. (JK1).

Ikuti Aksi Kolaborasi Kopassus-Polri Tangkap Pengedar Narkoba Tuai Apresiasi

Jakarta, jejakkasus.com- Dalam aksinya melakukan Kolaborasi apik Kopassus-Polri menangkap pengedar narkoba diapresiasi. Kolaborasi semacam ini harus terus ditingkatkan untuk menjaga keharmonisan dua lembaga negara tersebut.

"Akan lebih baik bila TNI-Polri bersinergi, sehingga rakyat merasa tak takut salah alamat melapor atau merasa berjarak dengan aparat," kata pengamat intelijen Susaningtyas Kertopati saat berbincang, Minggu (23/11/2014).

Nuning, demikian dia disapa, khususnya menyoroti fakta bahwa penangkapan itu berawal dari laporan masyarakat ke Kopassus. Laporan itu menunjukkan bahwa Kopassus sudah tak berjarak dengan masyarakat.

"Harus kita apresiasi citra Kopassus yang semakin dekat dengan masyarakat sehingga rakyat sudah berani melapor ke masyarakat," ujar mantan anggota Komisi I DPR ini.

Kolaborasi TNI-Polri diharapkan terus bisa dipertahankan dan dikembangkan. Kedua alat pengamanan negara ini diharapkan makin kompak menjaga NKRI.

"Semoga lebih berkembang ke arah deteksi aksi dan deteksi dini terkait berbagai potensi gangguan dan ancaman faktual negara, utamanya terorisme," tutur Nuning.

Aparat kepolisian dan sejumlah anggota dari Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan melakukan penggerebekan terhadap pasangan kekasih yang menyimpan sabu di Kampung Mantung, Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo, Sabtu (22/11) kemarin. Dua orang dan dua paket sabu diamankan dari penggerebekan ini. sumber:
Humas PoLda Metro Jaya

Video Kejadian yang menyebabkan Pelajar SMK dan Petani Lodaya Sukabumi Jawa barat Meninggal Dunia

Jakarta, jejakkasus.com- Ratusan orang merusak dan menghancurkan SMK Lodaya dan rumah warga di Sukabumi, Jawa Barat. Polisi telah menangkap pelaku yang diduga alumni SMK Pertanian, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat.
"Ada beberapa yang ditangkap untuk diproses. Silakan dicek ke Kapolres untuk lengkapnya," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Suhardi Aliyus, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (16/11/2013).
Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu, namun peristiwa itu menimbulkan kerugian materi yang ditaksir cukup besar.
"Sudah diatasi. Kapolres sejak beberapa saat kejadian sudah di lokasi," kata Kapolda.
Informasi yang dikumpulkan, penyerangan itu sebagai buntut dari tawuran yang terjadi antara SMK Lodaya Cibadak dengan SMK Pertanian. Tawuran itu menyebabkan seorang pelajar SMK Pertanian meninggal dunia. Saat usai pemakaman, ratusan massa mendatangi SMK Lodaya dan melakukan pengrusakan.
► kerusuhan, sukabumi, korban tawuran pelajar, tawuran pelajar, korban tawuran, smk lodaya, tawuran pelajar sukabumi, tawuran pelajar tewas, smk dwi darma sukabumi, lodaya vs pertanian, tawuran sukabumi, smk lodaya vs smkn 1 cibadak, sukabumi tawuran, pembacokan, tawuran pelajar terjadi dgn sadis, lodaya, xtm lodaya, pembacokan di sukabumi, tawuran tewas, tawuran smk lodaya, korban tauran, lodaya vs texas, kerusuhan smk lodaya sukabumi 16 november 2013, tawuran di sukabumi, https://www.youtube.com/watch…
Penanggung Jawab Posting Berita: Media Politik Hukum dan Kriminal (HK) Tabloid – Jejak Kasus (Tabloid) – Sidak Kasus (Tabloid), Buser Istana, Email. buseristana@yahoo.com : PT.PRIA SAKTI PERKASA No: AHU-13286.40.10.2014 NPWP 70.419.437.2-6200.000. Sekretariat: Jln: Raya Kemantren 82, Terusan, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, kode pos. 61351, Jatim.

AKSI TAWURAN HIASI JAKARTA


Jakarta, jejekkasus.com- Aksi tawuran menghiasi Minggu pagi Jakarta. Tercatat 4 aksi tawuran, 2 di antaranya menggunakan senjata tajam (sajam), terjadi di lokasi berbeda di Ibukota.
Berikut 4 aksi tawuran yang terjadi pada Minggu pagi yang dihimpun dari akun twitter Radio Elshinta @RadioElshinta dan Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro.
Aksi tawuran gerombolan motor terjadi di daerah Petogogan 2, Blok A, Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekitar pukul 03.57.
"Aksi tawuran gerombolan motor gunakan senjata tajam, di daerah Petogogan 2, Blok A, Kel. Pulo Keb. Baru, Jaksel," tulis akun Radio Elshinta.
Aksi serupa juga terjadi di daerah Cilangkap Jakarta Timur sekitar pukul 04.33. "Tawuran gerombolan motor menggunakan sajam di perempatan Mabes TNI Cilangkap Jaktim. Harap berhati2," dalam akun tersebut.
Tak hanya itu, tindakan tak terpuji itu pun juga terjadi di daerah Grogol, Jakarta Barat. "Tawuran warga, disekitar rel KA, Jl. Setia Kawan Roxy - Grogol Jakarta. Dlm penanganan," tulis akun Radio Elshinta.
Terakhir upaya Kapolsek Tambora, Jakarta Barat membubarkan tawuran. "Kapolsek Tambora bersama Waka, Kanit Reskrim Tj. Duren bubarkan tawuran di Perlintasan Kereta Roxy," tulis akun TMC Polda Metro Jaya